Tanggapan Kadis Pertanian Mengenai Dugaan Alat Mangkrak
Indoku.id | Bengkulu, Kaur - Menanggapi berita alat mesin pertanian (alsintan) yang diduga mangrak di Kabupaten Kaur, Bengkuku, Kepala Dinas Pertanian menyatakan bahwa, Saat ini belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Karena, masih ada yang harus dimodifikasi.
Pada beberapa tahun lalu Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan mengenai upaya khusus (upsus), untuk tiga komoditas tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai (pajale), dalam rangka mencapai swasembada pangan.ย
Peningkatan produksi melalui program Upsus, Pajale, akan berdampak pada perekonomian di Kabupaten Kaur, Bengkulu. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi areal sawah, produktivitas padi dan perekonomian di Kabupaten Kaur, dan menganalisis dampak Upsus Pajale Selasa, 9/3/2021.
Kepala Dinas Pertanian Kaur, Nasrur Rahman S.Hut., M, Si. Mengatakan, "Saat ini belum bisa di manfaatkan secara optimal,ย pada waktu lalu sudah diuji cobakan dikelompok tani jagung kecamatan Lungkang Kule. Langsung dari produsen mesin/mekanik prusahaan yang mengeluarkan mesin. Namun hasilnya belum efektif,ย sehingga masih ada yang harus dimodifikasi. Sampai saat ini kita masih menunggu dari produsen dan kita berharap kedepan seluruhnya bisa berfungsi secara optimal", jelasnya.
"Nasrul mengaku, sosialisasi kekelompok tani jagung sudah dilakukan melalui petugas lapangan, namun sampai saat ini belum ada pengajuan/permintaan terhadap alat panen jagung tersebut. Jika ada yang minat ajukan saja. Kami akan distribusikan", tutupnya
(Adi).