Skip to main content

Pilkades Serentak Kaur Harus Siap Kalah, Siap Menang

Indoku.id | Bengkulu, Kaur - Pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Kabupaten Kaur secara serentak di 115 Desa telah sesuai dengan aturan yang ada.

Proses penghitungan suara calon kepala desa terpilih juga langsung digelar. Beberapa petahana ada yang berhasil mempertahankan singgasana, ada pula yang harus digeser pendatang baru.

Atas dasar itu, pemerintah pun meminta setiap calon kepala desa tetap menahan diri dan tidak merayakan pesta kemenangan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang bisa menimbulkan klas­ter baru di Kabupaten Kaur (Minggu, 28/02/2021).

Ketua DPC Lipan Jaya Asep Rianto meminta calon kepala desa yang kalah nanti agar legawa dan menghormati ke­putusan dari hasil akhir pilka­des serentak ini. 

”Semuanya harus legawa dan harus men­ghormati hasil akhir pilkades serentak ini. Harus siap menang dan siap kalah. Serta menjun­jung tinggi keputusan dan hasil akhir, ”pintanya.

Tak hanya itu, ia juga me­minta calon kepala desa yang menang nantinya dapat men­jadi pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat, serta bersikap bijak kepada masyarakat.

”Jadilah pemim­pin yang menjadi pengayom bagi masyarakat. Karena saat ini masyarakat butuh pemim­pin yang bijaksana dalam membuat keputusan. Bukan hanya bersandar pada aturan yang ada, melainkan tetap bijaksana dalam mengambil keputusan,”katanya.

Asep Juga mengapresiasi keak­tifan dan keikutsertaan Ke­menterian Dalam Negeri (Ke­mendagri), dalam mengawal prosesi persiapan hingga pelaksanaan pilkades serentak. 

Lis heri

”Kami juga mengapresiasi keikutsertaan Kemendagri dalam memantau pilkades serentak ini. Karena ini kali pertama Kemendagri meman­tau langsung proses pilkades serentak ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Kaur Kondusif DPRD Kabupaten Kaur yang juga Kader Partai NasDem, Firjan Eka Budi AP. SE. me­minta pemerintah dan panitia pilkades memerhatikan pro­tokol kesehatan saat pengu­muman pemenang. Sebab, pengumuman pemenang jadi salah satu waktu rawan pelang­garan protokol kesehatan.

Lis heri

”Pada saat pengumuman pemenang pilkades serentak, biasanya tim sukses dan para pendukung akan larut dalam euforia kemenangan. Dan ini tentu harus diantisipasi. Jangan sampai ada euforia keme­nangan yang berlebihan ter­jadi, sehingga berujung pelang­garan protokol kesehatan, ”pintanya.

Jika sampai euforia keme­nangan terjadi dan berujung pelanggaran protokol keseha­tan, ia meminta jangan segan untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. ”Ka­lau ada kerumunan dan pe­langgaran protokol kesehatan, kembalikan kepada aturan yang berlaku" tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan panitia penyelen­ggara bisa bertindak tegas saat mendapati pelanggaran pro­tokol kesehatan. 

”Tetap harus diingatkan protokol kesehatan­nya. Panitia juga harus bisa bertindak tegas kalau ada euforia kemenangan yang melanggar protokol kesehatan,” desaknya.

Ini rincian Tiga desa yang sudah selesai penghitungan suara, Desa Gedung Sako l  dimenangi Sutar Nawan dengan 215 suara, Desa Geramat
dimenangi Khairul Ikhsan dengan perolehan 168 suara, Desa Tanjung  Besar Dimenangi oleh Yusman Efendi dengn sekor 210.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Kaur H. Asmawi, S.Ag.MH. melalui melalui Kabid bidang PMD kabupaten kaur Bapak Doni resmanto, ST. Ia berharap sesuai visi-misi yang mereka kampanyekan, ini harus terwujud ke depan­nya melalui program dan ke­giatan kerja mereka. Harus tertuang dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk tahun ke depan.

Ia juga mengimbau agar ke­pala desa yang menang tidak terlalu berlebihan merayakan kemenangan, dan mau me­rangkul semua calon demi kemajuan desa. ”Inysa Allah kami pun akan melakukan pembinaan untuk para calon yang terpilih ini. Kami akan bimbing bagaimana mem­buat perencanaan enam tahun ke depan. Mudah-mudahan enam tahun ke depan Kabupaten Kaur ini lebih baik kembali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ”pungkasnya

Adi.